Rabu, 04 April 2018

Bisa Beracung Bagi Tubuh Jangan Lagi Mengemas Makanan Pakai Kresek

Bisa Beracung Bagi Tubuh  Jangan Lagi Mengemas Makanan Pakai Kresek

Apakah Anda sering kali membungkus makanan hanya dengan kantong plastik atau kresek saja? Jika iya, sebaiknya Anda segera tinggalkan cara tersebut kerena berisiko tinggi bagi kesehatan tubuh.

Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, DR Emil Budianto, berkata bahwa sifat plastik menurun ketika didaur ulang menjadi kresek. 

“Apalagi jika didaur ulang dengan panas yang tidak sesuai, senyawanya berubah jadi senyawa aromatik. Ini bisa beracun bagi manusia,” ujar Emil saat ditemui dalam acara Seminar Technoplast Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Bahan monomer seperti silikon, polietelin, dan dioksin yang menyusun plastik memang tidak membahayakan selama masih dalam kondisi aslinya, keadaan stabil dan batas yang normal.

Namun jika plastik didaur ulang dengan suhu panas, bahan-bahan tersebut akan berubah bentuk dan rusak. Senyawa pembentuk plastik juga menjadi tidak lagi utuh apabila telah didaur ulang berkali-kali.

Dengan demikian, senyawa seperti dioksin yang bersifat karsinogen dikhawatirkan akan diserap makanan dan memicu penyakit kanker, ginjal, dan hati.

Technoplast Kiri-kanan: Bapak Hartadi Alamsyah, Vice Chief Production Officer Technoplast; dr. Lula Kamal, Public Figure, Pemerhati Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga; DR. Emil Budianto, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia

Lalu, meskipun kantong plastik hitam sering disebut lebih berbahaya daripada kantong plastik berwarna lainnya karena merupakan hasil daur ulang; keduanya sama-sama tidak disarankan oleh Emil untuk dipakai mengemas makanan secara langsung.

Selain dapat menyebabkan kanker, belum ada jaminan keamanan bagi plastik tersebut untuk digunakan mengemas makanan.

Jaminan keamanan yang dimaksud yakni sumber plastik daur ulang tersebut, apakah berasal dari bekas kemasan pestisida, limbah logam berat, atau sudah terkontaminasi racun lainnya.

“Setiap plastik kalau didaur ulang kan diberi zat aditif. Ini juga yang kita tidak tahu, makanya bahaya,” imbuh Emil.

Emil lantas menyarankan masyarakat untuk segera memindahkan makanan yang dibungkus dengan kantong plastik ke piring.

Kemudian, apabila memungkinkan, masyarakat diminta membawa wadah sendiri seperti tempat makan yang memang telah mencantumkan label food grade.

Ini semua dilakukan supaya risiko berpindahnya zat berbahaya plastik ke makanan bisa dicegah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger